Melukis Layangan @Museum Layang-layang

Percik Keluarga, Depok – Liburan weekend kali ini masih menginap di Depok karena Oma belum pulang dari Padang. Nah, pas banget nih untuk mengagendakan pergi ke Museum Layang-layang yang berada di wilayah Jakarta Selatan.

Dulu, waktu melewati kawasan Cilandak, Bunda memang sudah pernah lihat plang bertuliskan Museum Layang-layang. Eh, pas mau datang kali ini malah lupa pasokannya ada di mana :) . Ya, jadi deh muter-muter tapi alhamdullilah ketemu meskipun letaknya ada di gang perumahan – beda dengan museum-museum pada umumnya.

Luna @MuseumLayang2 2

Pertama masuk museum, kami disajikan dengan tayangan visual mengenai aneka ragam layang-layang – baik yang berasal dari Indonesia hingga mancanegara. Masing-masing layangan memiliki keunikan sendiri seperti bentuk, maka jangan heran jika melihat layang-layang berbentuk becak, naga lengkap dengan semburan api, hingga layang yang bisa berjalan. Unik ya?

Selesai menonton, kami pun masuk ke area utama yang di dalamnya terdapat koleksi layang-layang. Hampir semua koleksi tersebut sama dengan yang ada di video. Menurut guide yang mendampingi kami, umumnya layang- layang tersebut sudah pernah mengikuti lomba layang-layang. Nah, biasanya setelah ajang perlombaan usai, layang-layang tersebut tidak dibawa pulang lagi oleh pemilik, maka Endang Ernawati pun memiliki ide untuk mengoleksi dan mendirikan museum ini pada 2003.

Di museum juga tersedia beberapa kegiatan yang dapat diikuti oleh anak-anak maupun dewasa, seperti melukis layangan, melukis keramik, dan lainnya. Luna sendiri memilih kegiatan melukis layangan yang terbuat dari bahan parasit dengan menggunakan cat air. Kegiatan tersebut dikenakan biaya antara Rp35.000,- hingga Rp50.000,-.Menariknya, hasil karya yang sudah dibuat bisa dibawa pulang.

Luna @MuseumLayang2 3

Area museum terbilang bersih dan rapi. Suasananya pun asri karena banyak pepohonan. Untuk fasilitasnya sendiri, terbilang lengkap seperti mushola dan toilet pun ada. Sayangnya, untuk koleksi souvenirnya kurang sentuhan dari museum layang-layang itu sendiri.

Luna @MuseumLayang2

Setelah layang-layang kreasi Luna selesai, dia pun mencoba menerbangkan layang-layang. Sungguh senang melihat aksinya berlarian sambil menarik layang-layang yang tak kunjung terbang :) sementara Bunda dan Ayah bergantian untuk shalat Dzuhur. Kami pun menyudahi kegiatan setengah hari di Museum Layang-layang dan melanjutkan kegiatan kedua di hari yang sama di Rimba Baca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *