Pemberian Nama Luna Ayudya Salim

Percik Keluarga, Bekasi –Inilah saat-saat yang dinanti, pencarian nama untuk calon anak. Ayah Bunda sudah mempersiapkan nama untuk calon anak jauh sebelum proses persalinan. Saat itu Ayah Bunda mempunyai banyak pilihan nama – baik untuk jenis kelamin laki-laki maupun perempuan. Menariknya, Ayah sudah mempersiapkan nama tengah terlebih dahulu. Untuk laki-laki, Ayah ingin menyelipkan nama Gaara – sama persis dengan salah satu karakter di film Naruto. Sedangkan untuk perempuan, Ayah memilih nama Ayudya – berasal dari bahasa Sansekerta yakni Ayodya yang memiliki arti cantik.

Perburuan nama depan berjalan begitu saja sambil menunggu hasil USG untuk mengetahui jenis kelamin. Nah, pas ketahuan perempuan, mulai deh Ayah semangat mengusulkan beberapa nama depan. Tapi entah mengapa, kandidat nama yang muncul sebagai nama depan adalah Early dan Luna. Bunda sendiri, nama Early tidak begitu sreg dengan alasan sederhana, yakni Bunda tidak fasih dalam pengucapan huruf “R”. Jadi yang tersisa hanya kandidat nama Luna.

Nama Luna

Ayah sudah final dengan nama Luna, sedangkan Bunda masih mencari beberapa pilihan nama. Tapi kok ya rasanya blank begitu saja, malah ide nama yang sering muncul adalah nama laki-laki seperti Erlangga, Galih, dan nama keren lain. Jadi deh, sebelum mengiyakan pilihan Ayah, Bunda searching arti nama Luna termasuk juga aturan-aturan dalam pemberian nama pada anak.

Dari hasil searching internet, Bunda mengacu pada ketentuan pemberian nama pada anak. Pastinya, Bunda menghindari nama-nama yang mengandung unsur islami karena menurut informasi yang Bunda dapat – lupa nama link-nya, bahwa nama islami lebih sulit diterima di negara Eropa. Apalagi setelah terjadi Serangan 11 September 2001. Saat itu, bayangan Bunda kelak Luna bisa mengecap pendidikan atau bekerja di luar negeri. Selain itu, Bunda juga menghindari singkatan huruf awal dari nama tersebut, misal RIP, DIE atau lainnya.

Cari informasi sana-sini, ternyata nama Luna berasal dari Bahasa Latin dengan definisi “Bulan”. Menariknya lagi, ternyata nama Luna tergolong nama yang popular di seluruh dunia. Tidak hanya diberikan kepada anak perempuan, tapi juga terkait dengan berbagai hal. Misal, Bunda menemukan bahwa nama Luna juga digunakan untuk sebuah pohon populer di California. Ada juga Luna Island yakni sebuah pulau di New York – dekat dengan Air Terjun Niagara. Penggunaan Luna juga kerap menjadi sebuah lagu oleh Alessandro Safina, Arisa Mizuki, Don Omar dan masih banyak lagi.

Jadilah, Ayah Bunda setuju dengan nama Luna Ayudya Salim. Nama belakang Salim sendiri merupakan versi laki-laki, sedangkan versi perempuannya adalah Salama yang berarti “Pemberi Salam”. Nah, berhubung keluarga besar Opa menyandang nama belakang Salim, jadilah Ayah mengikutsertakan nama Salim sebagai pelengkap Luna Ayudya.

Baca-baca info terkait nama Salim, Bunda makin setuju setelah membaca artikel Liem Sioe Liong – pebisnis sukses era pertengahan orde baru. Nama Salim rupanya tak kalah hoki dengan nama sebelumnya , Liem. Nama perusahaan yang diberi nama Salim Group menjadi salah satu perusahaan raksasa di Indonesia, antara lain Indofood, Indomobil, Indocement, Indosiar, BCA, dan peritel Indomart.

Ya, jadilah bisa dibayangkan betapa besar doa Ayah Bunda untuk Luna Ayudya Salim yang tertuang dalam tiga untaian kata tersebut. Luna yang menandakan anak perempuan yang lahir di malam hari; Ayudya yang mewakili doa Ayah Bunda kelak menjadi sosok yang cantik dari fisik maupun hati; serta Salim yang bisa membawanya sukses – tak hanya dalam karir tapi juga sisi kehidupan lainnya. Amin.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *