Archive for Percik Keluarga

Surat Maya 5 Tahun Lalu

Percik Keluarga, Bekasi – Selamat ulang tahun Dija sayang… Apa kabar mu, cantik? Hmmm, pasti Dija sudah besar, sama seperti Luna. Oya, waktu Dija umur 1 tahun, Luna sempat menuliskan surat ini. Memang sih, surat itu Bunda yang membuatkan, habis saat itu usia Luna juga baru 1 tahun 3 bulan 6 hari. Jadi, Luna belum bisa menulis dan membaca.

Sekarang Bunda juga memberikan surat itu kepada Luna. Kata Bunda, Luna sudah pandai membaca. Apakah Dija sudah membacanya? Bagaimana dengan permainannya? mengasyikkan ya…

Ini petikan surat yang Luna buat untuk Dija. Semoga Dija panjang umur, sehat selalu, dan menjadi anak yang solehah. Ingat, Dija tidak sendiri. Banyak orang yang mencintai dan menyayangi Dija. Iya kan sahabat blogger? Yupz!

***
Surat Lima Tahun Lalu Untuk Dija

Hai Dija, apa kabar? Perkenalkan namaku Luna Ayudya Salim. Aku senang sekali ketika kamu membaca surat ini. Saat bersamaan juga, Bunda sedang bercerita dan memperlihatkan album foto mengenai aku dan kamu.

Sahabat Pena, Dija & Luna

Sahabat Pena, Dija & Luna

Sahabat Pena, Dija & Luna

Sahabat Pena, Dija & Luna

Ya, itu foto-foto yang Bunda tunjukkan ke aku. Dari album foto ini, Bunda juga memperkenalkan permainan baru kepadaku. Nama permainannya adalah SAHABAT PENA, DIJA & LUNA. Untuk memainkannya caranya mudah, aku cukup menunjukkan yang mana Dija dan Luna. Aku sudah mencobanya, dan ternyata menyenangkan.

Aku sudah bisa membedakan Dija & Luna. Kini, aku naik level untuk permainan tersebut. Sekarang, aku lagi menunjukkan persamaan Dija & Luna dari aktivitasnya. Aku paling suka ketika Dija & Luna sedang bersama Ayah. Nah, sekarang giliran kamu. Semoga, kamu suka ya.

Aku senang berbagi cerita dengan kamu karena kita adalah Sahabat Pena, DIJA & LUNA.

Bekasi, 23 Maret 2015
Sahabat Pena mu,

- Luna -

Fashion Show

Kali pertama Luna mengikuti fashion show. Bunda tidak mempersiapkan segala sesuatunya dengan serius, seperti baju dan aksesoris yang dikenakan. Bunda sendiri mendaftarkan Luna mengikuti ajang lomba ini lebih didasarkan untuk memacu keberanian Luna untuk tampil di depan publik. Itu saja, maka tak heran ketika di acara itu, Bunda pun terkejut melihat penampilan “heboh” peserta lain – bahkan ada yang mengenakan make up.

cats

Una, betapa Bunda bangga kepada mu. Kau cantik apa adanya. Kau tetap riang dan menjaga sikap meskipun sekeliling merengek minta balon dan permen. Kau berani tampil dengan karakter yang kau miliki, tanpa harus terbawa arus lenggak-lenggok peserta lain. Keep be your self, Sayang!

be your self

Meet Up with Marza @KidZania

Untuk ke empat kalinya Luna ke KidZania dan tetap antusias dengan segala permainan peran yang ada di sana. Bedanya, kali ini Luna kali pertama meet up dengan Marza – anak perempuan teman sekantor Bunda. Di kesempatan ini pula, Luna berhasil mendapatkan SIM A dan Sertifikat Kumon Level 1.

facebook_968817511

Cerita KidZania ada di 1, 2, dan 3.

Q&A Ala Luna #2

Oma sedang bermain game di tablet. Oma terlihat sibuk mengatur strategi untuk mendapatkan poin tiga bintang.
Oma: “Yah!” – gagal mendapatkan tiga bintang.
Una: “Oma, lebih baik pikirkan yang lain saja…”
Bunda dan Oma langsung merespon dengan suara tawa.

——

Waktu kejebak hujan ketika hendak jalan-jalan ke sini.
Bunda: “Yah, kita harus putar cari jalan lain nih, banjir.”
Una: “Setidaknya, kita bisa jalan-jalan Bunda…”

——

Ayah Bunda baru saja pulang kerja. Tiba-tiba Luna sudah menyambut kami dengan berbagai ocehan.
Una: “Bunda… tadi aku di sekolah bla bla bla. Bahkan, aku menempel kertas bla bla bla…”
Oh, Luna sudah pandai menggunakan kata penghubung. Kata Ayah, bakat dari Bunda nih, pasti nanti jago merangkai kata :)

——

Luna sedang sakit panas. Suhu badannya mencapai 38,1 derajat. Rencana Bunda akan membawa Luna ke dokter selepas shalat Ashar, karena cuaca siang hari sangat terik. Bunda bolak-balik mengecek Luna.
Una: “Ada baiknya kita ke dokter saja, Bunda…”