Archive for Percik Keluarga

Q&A Ala Luna #2

Oma sedang bermain game di tablet. Oma terlihat sibuk mengatur strategi untuk mendapatkan poin tiga bintang.
Oma: “Yah!” – gagal mendapatkan tiga bintang.
Una: “Oma, lebih baik pikirkan yang lain saja…”
Bunda dan Oma langsung merespon dengan suara tawa.

——

Waktu kejebak hujan ketika hendak jalan-jalan ke sini.
Bunda: “Yah, kita harus putar cari jalan lain nih, banjir.”
Una: “Setidaknya, kita bisa jalan-jalan Bunda…”

——

Ayah Bunda baru saja pulang kerja. Tiba-tiba Luna sudah menyambut kami dengan berbagai ocehan.
Una: “Bunda… tadi aku di sekolah bla bla bla. Bahkan, aku menempel kertas bla bla bla…”
Oh, Luna sudah pandai menggunakan kata penghubung. Kata Ayah, bakat dari Bunda nih, pasti nanti jago merangkai kata :)

——

Luna sedang sakit panas. Suhu badannya mencapai 38,1 derajat. Rencana Bunda akan membawa Luna ke dokter selepas shalat Ashar, karena cuaca siang hari sangat terik. Bunda bolak-balik mengecek Luna.
Una: “Ada baiknya kita ke dokter saja, Bunda…”

@Museum Fatahillah with Kirana

Percikkeluarga, Bekasi – Rencana, hari ini mau leyeh-leyeh di rumah bersama Luna karena Ayah masuk kerja dan Oma sedang menghadiri acara resepsi pernikahan keponakan. Tapi, adik ipar Bunda – Wiwi, mengajak jalan-jalan. Bunda pun mengiyakan meskipun belum memiliki plan mau pergi kemana. Hingga last minute, Bunda pun memutuskan untuk main saja di area Museum Fatahillah karena lebih mudah dijangkau menggunakan kereta, sekali naik dari St. Bekasi dan berhenti di stasiun terakhir St. Kota Jakarta. Kebetulan, Kirana juga belum “benar-benar” merasakan sensasi naik kereta. Luna sendiri pernah ke Museum Fatahillah pada 16 Mei 2013 lalu.

Berhubung mendadak dan belum bebenah, jadilah rencana jalan pukul 13.00 WIB. Baru saja Bunda dan Luna ingin pergi, hujan lebat pun datang tiba-tiba. Langsung deras begitu saja, Luna pun galau hahahha. Bunda sibuk menghubungi Wiwi, bagaimana kelanjutan jalan-jalannya. Dengan terpaksa, menunggu hujan berhenti menjadi pilihan. Read more

Sunrise di Negeri Awan

Minggu, 6 Oktober 2013

Kau mainkan untukku I Sebuah lagu tentang negeri di awan I
Dimana kedamaian menjadi istananya I Dan kini tengah kau bawa I Aku menuju kesana I
Negeri Di Awan – Katon Bagaskara

Sunrise Sikunir Read more

Susuri Sejarah di Dataran Tinggi Dieng

Sabtu, 5 Oktober 2013 (Day 1)

Percik Keluarga, Dieng - Perjalanan bersama Bogowonto usai sudah, lanjut menuju taman parkir Abu Bakar Ali – tak jauh dari stasiun Tugu, untuk bertemu Fajar yang mengantarkan saya dan Hanantiwi ke Dieng. Saat itu, kami pun bertemu dengan tiga rekan baru yang ternyata berasal dari Jakarta juga. Setelah beberapa percakapan, ternyata salah satu dari mereka adalah pacar dari sahabat saya semasa kuliah dahulu – A’an. Ok, jauh-jauh ke Dieng ternyata justru mempertemukan saya dengan orang-orang yang ternyata masih dalam satu lingkaran masa lalu.

Untuk menuju Dieng, butuh perjalanan sekitar tiga jam dari Yogyakarta. Kami sendiri memulai perjalanan sekitar pkl 07.30 dan sempat sarapan soto ayam di dekat stasiun. Saya sendiri tidak mencicipi soto ayam tersebut karena kadung sarapan Nasi Gudeg Telur. Selama perjalanan, pemandangan yang terlihat adalah pemandangan desa dan bukit-bukit hijau menjulang tinggi ketika mendekati kawasan Dieng. Udaranya sendiri, jangan ditanya, sejuk meskipun panas terik. Read more